Selasa, 26 Juli 2016

Inilah kisah klasik bersepeda touring yabg tidak mudah untuk di jelaskan.karena ide berawal ketertarikan tetapi idealnya seperti apa serta yang ku tau atau sempat saya baca maupun sempat bercanda dengan mereka yang sempat berjarak ke depan sana.Lalu seperti apa ? Semua dealek di like di media sosial dapat terlihat pada album foto perjalanan sepedanya.maka kita menjadi tau kisah klasinya tuk membuat kita para peniru mencoba meniru serta memenuhi status mereka sebagai spamer . Mulai dari diri sebelum mulai berjarak dan katakan pada diri .Sehatkah aku ? Karena bersepeda gunanya untuk menikmati keibdahan alam sekitar secara alamiah ataupun sosial budaya serta adanya niat baik dan ritme dengkul yang perlu di latih secara bertahap dan membiasakan diri. Sedangkan caranya ada cara kesehatan yang sejati dan ada nilai sehat itu sendiri yaitu mengontrol keseimbangan. Seimbang dalam skala kita dan skala sikap untuk sabar dan iklas untuk menemui berbagai orang di depan sana yang berbagai model serta isi kepalanya. Walau untuk berjarak itu bisa bercanda dengan cara kita yang aman.Bukan pencapaian jarak saja sebagai pathokan. Karena kembali ke kita bukan mereka dan kini kembali menjadi antara aku kau dan bekas kayuan yang telah tertandai itu tetap saja di merk kan sebagai pesepeda wisata .penikmat cekrekkan foto.goes sak tekane.ngontel sak kesele .kekancan sak lawase .mampir mangan sak warekge karo guyon supaya tetap bisa tersenyum karena senyum itu bukan berarti hidup menjadi sempurna tapi bisa menjadi pribadi penuh harapan dan kekuatan untuk bisa menguatkan du manapun bumi di kayuh di situlah kita mampir ngombe. Zeerrrr .....aghirnya untuk menikmati bersepeda touring perlu keseimbangan dan mereka layajnya seperti seorang seniman jalanan mengurai di atas kanvas menjadi sketsa hidup di kisah klasik seorang petouring dan aghirnya tersaji di Sebuah media untuk penikmatnya. Karena mereka itu menjiwai jiwa petualang dan seniman yang rasa karsanya bisa meluhat dan mempersempit jarak dunia semakin dekat saja.. Sedangkan candaan mereka seakan menjadi Baper * bawa perasaan * ora usah ujuk ujuk jauh dulu tetapi bersepeda bukan hanya soal kesenangan tapi mulaulah menyesuaikan yang nyaman .ngak usah terlalu jauh untuk perdana dan menyesuaikan setingan dan sensasinya jelas beda dengan bersendiri dan gerombolan serta rasakan saat mencoba baru tau rasa nano nanonya entah itu suka tidak suka nyaman ngaknya itu harus di awali dari nol agar kelak tidak kecewa atau menjadi goeser aleman dan selamat berproses dengan mata hati bukan mata telanjang...itu kata mereka. Bersyukurlah..kamu petouring jalanan. MULAI COBA. Sebuah niat tidak hanya bermodal nekat tanpa menyadari apa dan bagaima a nantinya di depan sana serta modal tekad niat dan itikad baik saja tetapi juga harus menyiapkan dana tambahan sendiri tuk meraih minpinya itu. Ataupun nantinya ada 2nganunya di soal dana bisa saja dan malahan melebihi anggaran di luar tiket acara bersepeda atau tiket tranport dadakan dan kedua kita sendiri terkadang mengotori salah benarnya sebingga timbul masalah baru lagi atau terbawa suasana menjadi rasa takut memulai dan meninggalkan Ketebiasaan. Bisa saja bisa jadi dengan membaik baikki dari pihak terkait untuk memberikan sponsor atau bisa mungkin mengatasnamakan touring siar agama....ini ideajnya...bro. Itu sama saja tetap saja kita tetap harus menabung untuk biaya dan nggak ada kata yang du sebut gratis. AKSI. Anggap saja sepaham dengan cara penerapan idenya dan keluar dari tempurung tuk berdamai di jalanan dan bila angin berganti badai maka dengarkan suara alam itu dan terkadang ia akan nenyampaikan pesan !! Bila nantinya di ambang ketinggian ada keasyikan maka tetaplah eling sek gawe urip lan waspado dan pada aghirnya ke ambang rendah dan tidak kuat lagi menahan rasa resiko alamiah ataupun resiko budaya di jumpai di depan sana tidak kuat lagi maka kembalilah ke tempurung itu lagi .karena itu pijihanmu....kata sang badai. Saat pesan itu di seimbangkan dengan campurtangan Tuhan dalam setiap gerak dan biarkan Tuhan memberi rencana tuk kekuatan baru lagi di dalan raga....bisikan alam. Abdaikan tak terjawab restu itupun tetap saja Tuhan selalu saja memberi kamu lebih dari apa yang kamu minta.....amiem. PENUTUP. Inilah namanya sebuah proses dan semiga akan bisa nenikmati hadil dan menghargai mereka berproses. Zeeeerr...masa touring hanya modal dengkuk .opo yoo arep ountal dengkylmu !. Karena hidup bersepeda itu adanya menjadi kisah klasik yang selalu ngangeni. Begitupun saat kehidupan normal karena hidup menarik bukan karena jumlah umur tapi bagaimana mebikmati setiap kayuan untuk mendapatkan moment umur tersebut. Dan semua berakhir dan menjadi normal kembali seperti hidup sesuai pilihanmu...nah itu saja. Tuh...cukup ini saja. Salam lestari.